Fakta Unik nan Asik Dari Taman Safari Prigen

Ya, namanya memang agak sedikit asing. Namun, itu bukan menjadi penghalang bagi wisatawan berunjung ke sana. Taman Safari Prigen Pasuruan (Taman Safari Indonesia II) merupakan salah satu kebun binatang terbesar di Asia.

Akan sangat menyenangkan bila anda bisa berlibur dan menikmati Taman Safari Prigen bersama keluarga. Alasannya, selain sebagai lokasi wisata dimana juga banyak berdiri hotel di Prigen, di sana anda dan keluarga pun bisa mengenal alam dan satwa lebih dekat.

Di sana, anda bisa mengamati satwa liar beraktivitas di habitatnya. Anda pun akan disuguhkan segarnya udara lereng Pegunungan Arjuno. Lalu, kenapa anda harus ke sana? Berikut ini beberapa fakta unik mengenai Taman Safari Prigen:

LUAS 350 HEKTAR

Ternyata, Taman Safari Prigen memiliki luas yang jauh lebih besar dibanding Taman Safari Indonesia di Cisarua dan Bali. Memiliki luas 350 hektar, Taman Safari Prigen memiliki konsep kebun binatang ala Afrika. Yaitu dengan membiarkan satwa bebas di alam terbuka. Oleh sebab itu, sangat tidak mungkin anda berkunjung ke sana dan menikmati semua spotnya denga berjalan kaki.

Letaknya yang berada di dataran tinggi dengan karakter medan berliku dan berkelok, mau tak mau anda harus menikmatinya dengan bermodalkan mobil pribadi, mobil wisata, atau tramp yang disediakan.

Meski ada beberapa spot yang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, namun anda tak perlu takut kelelahan. Udara segar sekaligus sejuk akan membuat anda tak merasa cepat lelah. Di sana pun, anda bisa menikmati beberapa wahana seperti animal education show, wahana bermain, kolam renang, dan lain-lain.

GAJAH DITIMBANG

Harga-Tiket-Masuk-Taman-Safari-Prigen

Yang unik di Taman Safari Prigen, yaitu hampir sebagian besar di sana berjenis Gajah Sumatera, sub spesies dari Gajah Asia. Gajah jenis ini memiliki habitat asli di Pulau Sumatera.

Gajah dengan nama Latin Elephas maximus sumatranus semakin hari semakin terancam eksistensinya. Pengelola Taman Sari Prigen pun sadar akan hal itu.

Saat ini, gajah-gajah itu sangat diperhatikan oleh pengelola. Mulai dari gizi bahkan berat badan. Gajah pun ternyata selalu dimonitor. Hal ini guna mengetahui dan memastikan gizi bagi gajah sudah terpenuhi.

Penimbangan gajah, di sisi lain menjadi sesuatu yang membuat banyak pengunjung penasaran. Timbangan gajah berbentuk lempengan baja. Dihubungkan dengan kabel dan monitor. Layaknya timbangan pada umumnya, angka di layar timbangan akan berubah apabila beban sudah naik ke timbangan.

SAPI JALITENG

43842_og_1

Jaliteng merupakan spesies baru sapi yang dihasilkan dari persilangan sapi betina Bali dan banteng Jawa jantan. Pertama kali dikemabngkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan Taman Safari Prigen sejak Juli 2012, sapi spesies baru ini sengaja dimuliabiakan guna meningkatkan produktivitas, menguatkan ketahanan akan penyakit, dan memperbaiki genetik sapi.

Perkawinan dilakukan dengan dua cara, kawin tradisional dan inseminasi buatan. Sapi Jaliteng baru lahir memiliki berat 22 kg. Jauh lebih berat dibanding sapi biasa, 16 kg.

Sapi Jaliteng jantan lebih cepat tumbuh dibanding Jaliteng betina. Masuk di usia tiga tahun, Jaliteng jantan berubah warna menjadi hitam, memiliki tanduk kokoh. Sedangkan betina, bertanduk kecil dan warna tetap cokelat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *